Jalan Kauman No. 01 Pecangaan, Jepara (0291) 755131 yysnwali9pec@yahoo.co.id
Uncategorized

Digelar, Pekan Madaris Jadi Ajang Eksistensi Madrasah Diniyyah

Pekan Madaris Rabuthah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurusan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) digelar di Pondok Pesantren Walisongo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Ketua RMI PWNU Jateng, KH Ahmad Fadlulloh Turmudzi menyebut, pekan madaris ini berlangsung selama dua hari (11-12/10/2025). Gelaran ini diikuti oleh 22 kafilah atau kabupaten se-Jateng.

”Pekan madaris ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh RMI di tingkat provinsi, bahkan menjadi percontohan di Indonesia,” kata dia

Baginya, pekan madaris ini tak sekadar perlombaan. Melainkan bagian dari ikhtiar untuk menjaga eksistensi madrasah diniyyah sebagai lembaga pendidikan akar rumput NU.

”Ini adalah bentuk syiar dan konsolidasi. Bahwa RMI memiliki tanggungjawab untuk menguri-uri tradisi keilmuan pesantren, terutama kitab kuning. Madrasah diniyyah adalah cikal bakal lahirnya ulama dan tokoh NU di masa depan,” jelas KH Fadlulloh.

Selain itu, lanjut dia, agenda ini merupakan kelanjutan dari program Sambang Pesantren yang selama ini dijalankan RMI PWNU Jateng. Hingga kini, sudah ada 30 madrasah yang telah disambangi. Rencananya, enam madrasah lain akan diselesaikan dalam waktu dekat.

”Dari kunjungan itulah kami menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil di lapangan,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah PWNU Jateng, KH Abdul Ghoffar Rozin menyatakan dukungannya dengan program yang dijalankan oleh RMI. Lebih dari itu, dia melihat bahwa pekan madaris ini menjadi bukti keseriusan NU Jateng dalam menge.bangkan pendidikan keagamaan non formal.

”Ini adalah kegiatan perdana yang digelar RMI di tingkat nasional. Kami sangat mengapresiasi semangat para guru dan santru yang terus menjaga tradisi pendidikan Islam di madrasah diniyyah. Mereka inilah penjaga akhlakul karimah,” tuturnya.

Salah satu peserta, Filry Muhammad Assyifa dari Madrasah Diniyyah Cilacap merasa senang bisa mengikuti pekan madaris ini. Untuk memperoleh hasil maksimal di lomba yang ia ikuti, Firly mempersiapkannya matang-matang.

”Saya ikut lomba taqdimul qissah Bahasa Indonesia. Persiapannya sekitar 2 minggu. Senang sekali bisa bertemu teman-temab baru dari madrasah lain,” ujarnya.

Leave a Reply